Sabtu, 10 Oktober 2020

Pastor Fransiskus dengan Grijs, MSC

PERISTIWA KEMARTIRAN PASTOR FRANSISCUS de GRIJS, MSC DI TANAH KEY 

A. KEDATANGAN BELIAU DI TANAH KEY


Pastor Fransiscus de Grijs, MSC tiba di Langgur pada tahun 1936 dan kemudian Beliau di tugaskan oleh Yang Mulia MGR. JOHANNES AERTS, MSC untuk mengambil ahli pimpinan Sekolah HIS di Tual, menggantikan rekannya Pastor J.B.H. Bush, MSC.
Selain itu, Beliau juga menjalani tugas Pastoralnya dalam melayani umat-umatnya di Pulau Dullah.
Perlu diketahui bahwa sekolah HIS dibangun atas permintaan dan dukungan dari RAT UVLE ( Raja Tual ) yakni Bapak ARSAD TAMHERWARIN yang menghendaki agar putra-putri dan Masyarakat di Pulau Dullah pada umumnya dapat mengenyam pendidikan.
Tanggal 31 Desember 1936 Pastor Mathias Neyens, MSC mengakhiri tugas pelayanan pastoral di Ohoi Watran, dan kemudian di gantikan oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC pada tanggal 01 Januari 1937.
Pastor Fransiscus de Grijs, MSC disamping melaksanakan pelayanan pastoralnya, Beliau juga melaksanakan pelayanan kemanusiaan dan berbagai pelatihan keterampilan bagi Umat di Ohoi Watran, diantaranya :
1. Pelayanan Kesehatan bagi Umat
Menjadikan rumah pastoral sebagai tempat / balai pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi Umat Ohoi Watran dan lairkamor, dengan mengangkat beberapa karyawannya, mereka adalah :
• Bpk.Celsius Narahawarin ( Tenaga Inti )
• Bpk. Fenansus Narahawarin  ( Tenaga I Koster untuk Gereja dan di Kapel Sekolah HIS di Tual )
• Bpk. Longginus Narahayaan  ( Tenaga Inti merangkap Koki )
• Bpk. Belan Soat Atbar ( Tenaga Inti merangkap Koki )
• Bpk. Gergorius Naraha ( Tenaga Inti merangkap Marinyo  )
2. Membuka kelompok Tari dan Lagu dengan nama “ VAT VAT DIT KORAN OHOITIB “ yang diketuai oleh Ibu. Olivia Naraha
3. Kursus Keterampilan Mengukir
Pastor Fransiscus de Grijs, MSC mendatangkan buku-buku dan peralatan mengukir dari Bali dan memberikan pelatihan seni ukir bagi beberapa muridnya yang bernama :
• Bpk. Justinus Mandor Naraha
• Bpk. Petrus Mahin Ohoilulin, dkk
Hasil nyata dari pelatihan seni ukir yang ditata oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kini terpajang manis di depan Pelataran Altar Gereja St.Joseph Stasi Watran, yang di ukir Oleh “ Bapak. Petrus Mahin Ohoilulin “



Dan kemudian, jiwa Seni ini masih terus berlanjut ke generasinya hingga kini, yakni “ Bapak.Gaulus Naraha dan Anak, cucu laki-lakinya “ melalui sebuah karya Ukiran pada sebuah Kursi Uskup yang saat ini berada di dalam Gereja St.Joseph Watran


4. Membuka dan mendanai Kelompok Pemintalan benang tenun dari kapas sekaligus belajar membuat tenunan kain dll, dipimpin oleh Istri dari Bapak. Philipus Toker, yakni “ Ibu. Maria Abukman Berlaka “.
5. Meletakan dasar “ Batu Penjuru “ berdirinya sebuah “ Salib “ sebagai lambang berdiri dan berkembangnya Agama Katholik di Ohoi Watran dan lairkamor.

Kedekatan Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Umat di Ohoi Vatraan pada saat itu membuat Umat menyapa Beliau dengan sebutan “ Tuan de Grijs “, sebuah nama yang hingga kini masih terngiang di telinga dan terekam hangat di lubuk hati Umat Katholik Ohoi Vatraan hingga saat ini.

2.  Saat-saat terakhir Menjelang Penembakan Pastor Fransiscus de Grijs,MSC
Pastor Fransiscus de Grijs,MSC melaksanakan Pelayanan Pastoral di Ohoi Vatraan ( WATRAN ) selama 05 tahun 07 bulan ( 01 Januari 1937 s.d 30 Juli 1942 ) Peristiwa penembakan yang mulia MGR. Johannes Aerts, MSC dan Kawan-kawan Oleh tentara Dai Nipon di Langgur pada tanggal 30 Juli 1942 ( Sebelum Kemerdekaan ) disampaikan  kepada Bapak Soa Ohoi Vatraan pada saat itu, yakni “ Bapak. Soa Pius Avlad Naraha “ oleh Bapak Guru Kepala Sekolah Desa Watran ( Guru Agama ) yakni “ Bapak. Sebastianus Fifid yang kebetulan pada saat itu ( Tanggal 30 Juli 1942 ) sempat berada di Langgur untuk mengurusi keperluan Sekolah bersama dengan Yan Teen Agam – Dunyai Watran, Lairkamor. Oleh karena itu, Bapak Soa Pius Avlad Naraha langsung mengadakan pertemuan kilat untuk mengambil keputusan tentang Faktor Keamanan Nyawa Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Amanat sebagai Berikut “ Pastor Fransiscus de Grijs,MSC yang masih berada di Mes HIS Tual, Harus segera diamankan ke Watran “.
Maka pada tanggal 01 Agustus 1942 dini hari, diutuslah Bapak Guru Sebastianus Fofid      ( Saksi Mata Peristiwa Penembakan ) bersama Bapak. Longginus Narahayaan dan Bapak Gergirius Naraha ke Tual untuk menyampaikan informasi penembakan Yang Mulia MGR.Johannes Aerts, MSC DKK kepada Pastor Fransiscus de Grijs,MSC dan sekaligus meminta agar Pastor segera bersama-sama ke Watran, dengan alasan Untuk :
1. Menyelesaikan Sakramen Mahakudus yang masih berada di Tabernakel Gereja.
2. Memberi Petunjuk tentang pengamanan harta Gereja berupa Calix, Cibori, Minstran, Kasula dll.
3. Usaha menyembunyikan Pastor dan mencari angkutan agar Pastor beserta beberapa TR yang sementara bersembunyi di Watran, dapat di evakuasi ke Australia.
Rencana tersebut ditolak oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Alasan Beliau bahwa “ Nanti akan banyak Yan Teen Agam-Dunyai Watran yang akan ditembak karena tindakan itu “.
Tanggal 02 Agustus 1942 dini hari, Pastor Fransiscus de Grijs, MSC diantar Oleh Umat, yang para Pengantar yang membantunya antara lain :
1. Bpk. Gergorius Naraha
2. Bpk. Longginus Narahayaan
3. Bpk. Fenansius Narahawarin
4. Bpk. Petrus Mahin Ohoilulin
5. Bpk. Justinus Mandor Naraha
Kembali ke Tual untuk menyerahkan diri ke Dai Nipon guna persiapan Interner ke Ambon ( Sesuai Dengan Kesepakatan Nipon ). Tanggal 04 Agustus 1942, Pastor Fransiscus de Grijs, MSC di Tembak Mati. Pastor Fransiscus de Grijs, MSC akhirnya harus menerima dan menjalani eksekusi mati yang amat ngeri, rentetan dentuman peluru yang keluar dari ujung laras senjata Tentara Dai Nipon pada saat itu mengakhiri seluruh hidup dan pelayanan dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC bersama ke-8 ( delapan ) Orang Tentara Knil asal Jawa di Lokasi “ Wear Bom Tual “.
Darah Pastor Fransiscus de Grijs, MSC menetes membasahi bumi persada “ Ketsoblat El Masrum Lodar El Tual “. Menjadi Peristiwa Iman yang sangat memilukan secara khusus bagi Umat Gembalaannya di Watran yang ditinggalkan.

3. Tahun 1958, Pemindahan Kerangka ( Tulang ) Pastor Fransiscus de Grijs,MSC
Saat Mendengarkan Rencana Keuskupan Amboina untuk menggali dan memindahkan kerangka Pastor Fransiscus de Grijs, MSC untuk disatukan ke Lokasi Taman Ziarah MGR.Johannes Aerts,MSC DKK di Langgur, maka Yan Teen Agam – Dunyai Watran yang dipimpin Oleh “ Tuagam Lukas Naraha “ menghadap yang Mulia MGR.Jacobus Grent,MSC untuk meminta agar kerangka Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dapat ditaktahkan dan disemayamkan di Ohoi Vatraan saja, dengan alasan yakni :
Amanat terakhir yang dipesankan Oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC beberapa saat sebelum diantar ke Tual pada tanggal 02 Agustus 1942 pada Umat di Watran Bahwa ;
“ JIKA NANTI SAYA MATI DIBUNUH DAI NIPON DI TUAL, HARAP JENAZAH SAYA DAPAT DIKUBURKAN DI WATRAN “.
Hal ini membuktikan bahwa, betapa besarnya cinta dan kasih dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kepada Umat Gembalaannya di Watran, sehingga baik dalam keadaan hidup maupin matinya, Beliau senantiasa bisa selalu bersama dengan Umat-umatnya di Ohoi Vatraan.
4. Bulan Juli Tahun 1958, Persetujuan MGR Jacobus Grent, MSC
Tepat pada tanggal 18 Juli 1958, dilangsungkannyalah prosesi penggalian kembali dan proses pengangkatan kerangka ( Tulang ) dari Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC guna dipindahkan ke Watran dengan pengawalan 3 ( tiga ) Anggota Keamanan antara lain 1. F.Jesayas
2. Bin Djava
3. Salim Renwarin
Dan melalui hasil pemeriksaan Kesehatan ( Atopsi ) dari “ dokter Suriname dan Mantri Sihasale “, dokter memutuskan bahwa kerangka yang paling atas, sesuai dengan keterangan saksi mata pada saat itu, yakni Bpk Baco Tamnge dan Bapak Gergorius Naraha adalah benar-benar merupakan kerangka dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC.
Prosesi doa mengantar kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC tiba di Ohoi Vatraan dan ditaktahkan selama 3 ( Tiga ) hari di Gereja St.Joseph Watran. \
Tanggal 22 Juli 1958, Pemakaman kerangka almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dilakukan dengan perayaan Misa Requiem yang dipimpin oleh yang Mulia MGR.Jacobus Grent,MSC dan diamankan di lokasi pekuburan umum Ohoi Vatraan pada saat itu                       ( Bahagian tengah dari makam Umat-umatnya )
5. Tahun 1959, Penggalian kembali dan Pentaktahan
Niat Umat Katholik Watran dan Lairkamor untuk membangun sebuah tempat khusus agar kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC ditaktahkan dapat terwujut dengan bantuan dari Misi, sehingga dibangunlah sebuah rumah pekuburan yang masih ada hingga saat ini







Selanjutnya dalam acara yang dihadiri oleh pihak kepolisian dan Saudara kandung dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC yang bernama “ DR.HEYSE “ yang datang langsung dari Belanda, Kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kemudian digali dan diisi kembali dalam sebuah keranda ( Peti ) Aluminium dan ditaktahkan pada rumah pekuburan Umum Watran hingga saat ini.
“ Selamat Jalan TUAN DE GRIJS “
Semoga Arwahmu beristirahat kekal bersama Bapa di Surga dan menjadi Pengantara bagi Doa-doa Kami, Umat Mu di Tanah Watran. AMIN dan Semoga Demikian.


Hormat Kami, Umat Stasi St.Josep Watran.
PENYUSUN : 

WELDERIKUS NARAHAWARIN 


SUMBER SEJARAH : 

BAPAK. KAROL NARAHA


DIIJINKAN OLEH : BAPAK.JB.NARAHAWARIN ( KETUA DPS WATRAN tahun 2003 - 2019 )

Kamis, 08 Februari 2018

Pesona Tanjung Vat Sit Ohoi Watran

PANORAMA MEMPESONA " Tanjung Vat Sit " di Wilayah Watran Kota Tual.



Lokasi dengan jarak, kurang lebih 10 km' dari Kota Tual, Maluku Tenggara di Wilayah Petuanan Watran ini, merupakan sebuah Lokasi dengan Panorama Alami yg masih sangat asri,, lokasinya bisa ditempuh dengan Perjalanan Laut
( Transportasi Laut ) dalam waktu 2-3 jam.
Di lokasi ini, Mata Anda akan dimanjakan dengan suasana Natural yang jarang terlihat.
" Tanjung VAT SIT " Dihiasi Oleh Hamparan tebing-tebing Batu yang menjulang ke Laut, Di temani dengan Binaran Pantulan cahaya beningnya Pantay & Hamparan hutan Hijau yang Luas. Adapun Marga Satwa yang hidup di lokasi ini selain Ikan, adapula Binatang hutan lainnya' seperti Babi Hutan, Kus-kus ( Tikus Pohon ), beberapa jenis ular, Burung Pombo & Maleo serta beberapa serangga penghuni Hutan lainnya ( kupu-kupu, Kunang-kunang dll ).
lokasi ini pun sesekali, dikunjungi oleh Warga Desa' sebagai lokasi berburu Kus-kus & burung-burung yang sangat banyak di sana.




















Minggu, 23 Juli 2017

HIKAYAT TERBENTUKNYA OHOI WATRAN

“ WATRAN ( WOMA EL` VATYAR ) “

1. HIKAYAT DESA WATRAN

Pada jaman dahulu, di Pulau Dullah 
( NUHU MUAR ) terdiri dari 3 UTAN atau Tiga Wilayah, yakni :
1) UTAN VARAT     ( Barat    )
2) UTAN FARUAN  ( Tengah )
3) UTAN TIMUR     ( Timur   )
Penjelasan Utamanya mengenai “ UTAN TIMUR “  yang mana sebagai Wilayah dimana Watran berada, dulunya dikenal dengan nama “OHOIYUF“, terdiri dari “ 3 EL “ atau petuanan, dengan Womanya atau pusat dan Masyarakatnya , yaitu :
1) WOMA EL` WADLAU  ( OHOITAHIT )
2) WOMA EL` NIFNGIAR ( OHOITEL )
3) WOMA EL` VATYAR      ( WATRAN )

2. SEJARAH SINGKAT TERBENTUKNYA      WATRAN ( WOMA EL` VATYAR )

WOMA EL`VATYAR ( WATRAN ) Sekilas dalam sejarah pembentukannya diawali dengan kedatangan Masyarakat adat yang pertama menempati wilayahnya 
( Sebelumnya pada saat itu, WATRAN Belum Terbentuk dalam wujud sebuah Perkampungan ),yakni Mereka dari masyarakat adat yang bermarga “ REFO “ 
( TOKER ) yang  menempati U`HA dengan nama DE`FIT.
Masyarakat adat kedua adalah, keluarga bermarga adat “ YAMTEL “ ( BADMAS ) yang sebelumnya bertempat tinggal di OHOITEL dan kemudian diundang oleh keluarga marga adat REFO ( Toker ) untuk Datang dan tinggal bersama – sama di petuanan atau wilayah WOMA EL` VATYAR  
( WATRAN ) dan menempati U`HA dengan nama 
“ KADWAIN “ , Kerukunan dari Kedua marga tersebut kemudian dikenal dengan nama  
“ REFO YAMTEL “.
Selanjutnya datanglah marga adat yang ketiga, yaitu mereka dari keluarga bermarga adat 
“ REYAAN “ ( NARAHAYAAN, NARAHA & NARAHAWARIN ) yang menempati U` HA dengan nama
“ LIR RAHAN VUT “ yang kemudian menyatu pula dengan keluarga bermarga adat REFO dan kerukunan keluarga ini dinamakan  “ REFO YAM  “  atau REFO dengan Kerabatnya 
( REFO Enhov Rahanyam ).
Kemudian disusul dengan kedatangan marga adat yang ke- empat yakni Mereka yang bermarga adat 
“ KOLJAAN “ yang diundang oleh keluarga adat YAMTEL , keluarga adat KOLJAAN dulunya bertempat tinggal di Ohoitel, sebelum akhirnya kemudian menempati U`HAnya dengan nama 
“ OHOIWAN “ dalam wilayah WOMA EL` VATYAR.
Selanjutnya datang lagi keluarga adat  kelima yang bermarga adat “ SAK`IL “ dan menempati U`HA dengan nama “ SAR SOR “.
Pada suatu ketika datanglah musibah penyakit Kolera yang menimpa beberapa kelompok keluarga marga adat yang ada dan akhirnya mereka bersepakat untuk bergabung di tempat tinggal keluarga adat Yamtel dan mulai membentuk sebuah perkampungan dengan nama
 “ OHOIVATYAR “, namun wabah penyakit kolera masih saja merambah ke perkampungan mereka dan pada akhirnya mereka bersepakat untuk  berpindah atau berhijrah kelokasi perkampungan baru yang kemudian dinamakan dengan nama
 “ OHOI VATRAAN “ atau yang kemudian lebih dikenal kini dengan sebutan
 “ WATRAN “ dengan pusat kampungnya yang disebut “ WOMA` EL` VATYAR “. Persekutuan Masyarakat adat ini dikenal dengan nama 
“ VATRA YAMTEL “.


3. PENGATURAN STRUKTUR ADAT

Ketika OHOI VATRAAN ( WATRAN ) dibentuk pada akhirnya tokoh-tokoh adat pada saat itu ( Moyang atau Leluhur Kami ) bermusyawarah untuk mengatur struktur adat yang disertai dengan tatanan adatnya, maka para leluhur pun menyepakati dan menghadirkan ” 4 ( Empat ) TAKHTA “ dalam OHOI VATYAR 
( WOMA EL` VATYAR ), yakni :

1) TUAN TAN : Yang dipegang oleh keluarga bermarga adat REFO ( TOKER ).

2) KA`PAL : Dipegang oleh keluarga bermarga adat YAMTEL  ( BADMAS ).

3) RAHAN MITU : Dipegang oleh keluarga bermarga adat REYAAN 
( Narahayaan, Naraha dan Narahawarin ).

4) MARIN : Dipegang oleh keluarga bermarga adat KOLYAAN, yang pada akhirnya keluarga Kolyaan berpindah ke titik “ BANGIL NADAN “ dan digantikan oleh keluarga bermarga adat “ SAK`IL “.

4. HAL – HAL YANG MENJADI HIKAYAT DAN DASAR HIDUP YANG  MELEKAT ERAT DENGAN TATANAN ADAT DI WOMA EL`VATYAR

Dalam berjalannya waktu yang ada, seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk dan masyarakat di wilayah ini ( Watran ) tatanan adat pun semakin dikembangkan dengan manfaat untuk semakin memajukan Wilayah ini dan pula untuk dapat mengatur hajat hidup setiap Masyarakat yang menetap di wilayah ini, maka para leluhur pun mulai menyepakati dan membentuk beberapa hal baru pada saat itu yang akhirnya menjadi dasar, pedoman, teladan dan sejarah manis yang dikenang hingga saat ini, yakni :  



LAMBANG
Lambang OHOI VATRAAN ( WATRAN )  “ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ NGENG ROAN “.

BELANG
Belang OHOI VATRAAN ( WATRAN ) “ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ BELANG TAMNGIL MASLIM “.

BRAN – RAN
Laki – laki OHOI VATRAAN ( WATRAN ) “ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ MEBUT FUNIL “.

VAT – VAT / DIT
Wanita OHOI VATRAAN ( WATRAN ) “ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ DIT KORAN OHOITIB “.

ROA / MET TAHIT
Lautan atau Meti OHOI VATRAAN 
( WATRAN ) 
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ DEBRO “.

NANGAN / YAAT
Daratan atau Hutan OHOI VATRAAN  
( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“  YAAT WATDU MAT DAU “.

SURUK
Parang / Pedang OHOI VATRAAN         
( WATRAN ) “ WOMA EL` VATYAR.

NGANGA
Tombak OHOI VATRAAN ( WATRAN )
 “ WOMA EL` VATYAR “.

FID
Pintu OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR Adalah
“ SARMAS VOVO “.

REET
Tangga OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah   “ IL TAI WOD “.

NGUUR
Pasir OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR Adalah “ HER TAI LI “.

LATUBUR
Halaman Rumah OHOI VATRAAN 
( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ KET MATBAAR “.

MET
Meti OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ TABRO HEL NAM “.

ROA
Laut OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ NAM REW NAM YAR “.

NANGAN
Daratan OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah
“ WAHAN SABRAW “.


PANGLIMA ( PEMIMPIN PERANG )
Para Panglima OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL` VATYAR “ Adalah :
1. TAMNGIL KORAN  ( YAMTEL )
2. RUB SAR YARAN     ( REFFO    )
3. TAWATAT                 ( YAMTEL )
4. TA SILIT                    ( REYAAN )
5. TA YAHAU                 ( REYAAN )
6. TA VAV                       ( REYAAN )
7. DAL                            ( REYAAN )
8. MELAKES                  ( KOLYAAN )
9. ITAR                            ( KOLYAAN )


SOA / KA`PAL
Soa atau Kepala Pemerintahan yang pernah menjabat di OHOI VATRAAN ( WATRAN )
“ WOMA EL`VATYAR “ Sejak zaman para leluhur hingga kini :
1. SOA DIRVOT YAMTEL ( BADMAS )
2. SOA WALUS  REJAAN   ( NARAHA )
3. SOA PIUS AVLAD NARAHA
4. SOA MUDESTUS NARAHA
5. SOA ABDULAH BADMAS
6. SOA USMAN BADMAS
7. SOA UDIN BADMAS



5. WATRAN DALAM PERKEMBANGAN ZAMAN

Seiring dengan berkembangnya zaman, Watran pun kini telah semakin bertumbuh dalam berbagai aspek, dimulai dari pertumbuhan penduduk, masuknya agama, pendidikan, penampilan perkampungan dan hal-hal lainnya yang telah menjadi keistimewaan tersendiri dari wilayah ini.

PEMBAGIAN MASYARAKAT ADAT     BERDASARKAN MARGA

1. Marga YAMTEL, yang Kemudian kini dikenal dengan Nama “ BADMAS “.
2. Marga REFFO, yang Kemudian kini dikenal dengan nama “ TOKER “
3. Marga REYAAN, yang kemudian dibagi menjadi tiga
NARAHAYAAN
NARAHA
NARAHAWARIN
4. Marga SAK` IL, yang kini dikenal dengan nama “ NARAHAWARIN SAK`IL “.
5. Marga RUMANGUN.
6. Dan tambahan beberapa Marga baru lainnya

AGAMA

Pada awal sejarah, saat OHOI VATRAAN
( WATRAN ) “ WOMA EL` VATYAR “ Dibentuk, pada saat itu penduduk watran belum memeluk atau memiliki agama, dan pada akhirnya masuklah Agama KATOLIK, yang di bawa Oleh
Bpk. Dominggus Vovot Dumatubun 
( Taran Dumatubun ). Untuk pertama kalinya pada saat itu, penduduk Ohoi Vatraan mulai mengenal agama dan sebagian diantaranya mulai memberanikan diri untuk dibabtis dan memeluk agama Katolik pada saat itu, hingga kini Watran telah memiliki sebuah Gereja Katolik dengan nama “ GEREJA KATOLIK ST.JOSEPH STASI WATRAN “.

                    Gereja Watran saat ini

                 Lokasi gereja Tua Watran

dan setelah itu, dilanjutkan dengan masuknya Agama Islam yang mulai hadir di OHOI VATRAAN 
( Watran ) “ WOMA EL`VATYAR “yang di bawakan Oleh “ Taran Sulaiman Toker 
( Taran Sibit ) dan Taran Daud Badmas 
( Taran Sit – sit ) “.
Kemudian sebagiannya lagi dari penduduk watran yang belum memiliki agama sebelumnya, mulai memberanikan diri untuk mengenal lebih jauh dan memeluk agama Islam. Kini Watran juga telah memiliki sebuah Masjid dengan Nama 
“ MASJID AN`NUR WATRAN “.




ORGANISASI

Berbicara mengenai ragam Organisasi yang ada di OHOI VATRAAN ( Watran ), Watran memiliki beberapa Organisasi yang bersinergis dan bekerjasama dalam membangun dan mengembangkan Watran kedepannya, dimulai dari Organisasi Kepemudaan, kerohanian hingga ke unsur Pemerintahannya. Beberapa diantaranya yaitu :

  ORGANISASI PEMERINTAHAN :
- SENIRI :


Organisasi ini dibentuk dalam ragam tradisi Adat, yang beranggotakan masing-masing tokoh adat dari berbagai marga yang ada. Fungsinya untuk menjaga tatanan adat serta membina, menata dan memandu perkembangan kehidupan dari tiap masyarakat dalam marganya dan membantu Tugas-tugas dari Kepala Pemerintahan Ohoi Vatraan
( Watran ).

  ORGANISASI KEPEMUDAAN :
-    FORUM PEMUDA WATRAN ( FPW ) :



Organisasi ini dibentuk berdasarkan kebijakan Kepala Pemerintahan Ohoi Vatraan ( Watran ), yang terbentuk dari Pemuda Watran sendiri. Fungsinya untuk membantu Tugas-tugas dari Kepala Pemerintahan Ohoi Vatraan ( Watran ) dalam menjaga, mengelola dan mengembangkan sumber daya alam negeri & memajukan SDM dari Pemudanya.


- FORUM PEMUDA ARMADA 11 ( FPA.11 )





Organisasi ini dibentuk berdasarkan Kebijakan dari masing-masing Ketua-ketua Forum Pemuda yang disahkan oleh masing-masing kepala Pemerintahan di tiap wilayahnya dan Camat sebagai pelindungnya. Fungsinya untuk membantu dan menjalankan setiap tugas yang diembankan oleh Camat dan kepala pemerintahan di wilayahnya masing-masing serta melayani setiap kebutuhan dari masyarakat dan menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.


  ORGANISASI KEROHANIAN :
- REMAJA MASJID AN` NUR WATRAN
( REMAS )



- Orang Muda Katolik ( OMK ) St.Watran




- SEKAMI Stasi Watran


Dalam salah satu kegiatan, bersama Sekami


- Ibu-ibu  MAJELIS TAK`LIM AN` NUR WATRAN


- RUKUN ( 5 Rukun )
- APOSTOLAT
- KKMK ( Komunitas Keluarga Muda Katolik )
- URAYANA Dullah Utara


6. KEBERADAAN WATRAN


    Gambar :  Peta Lokasi Ohoi Vatraan

“Ohoi Vatraan ( Watran )”merupakan sebuah sebuah Negeri kecil di ufuk Timur Nusantara. Watran berada di sebelah Timur Indonesia, dan terletak  pada Propinsi Maluku, Kota Tual, Kecamatan Dullah Utara dan bersebelahan dengan Lairkamor dan Ohoitel.
Mengenai Sistem Pemerintahannya, Watran di pimpin oleh seorang Kepala Pemerintahan  yang di bantu oleh para stafnya yang diambil dari perwakilan tiap marga yang berdomisili di wilayahnya. Dalam tugasnya, Kepala Pemerintahan serta perangkatnya di bantu oleh sebuah Forum Kepemudaan yang dipilih, dibentuk dan dilantik oleh kepala pemerintahaannya sendiri. Watran pun memiliki dua sarana pendidikan yakni;

SD Naskat Watran Yayasan Pendidikan Katolik Maluku Cab. Wilibrodus






PAUD MAWAR WATMAS WATRAN





7. RAGAM KEGIATAN DI WATRAN

“ OHOI VATRAAN ( Watran ), WOMA EL` VATYAR “ sejak awal terbentuknya hingga saat ini, telah banyak kegiatan yang berjalan silih berganti dan selalu meramaikan suasana dan membawa perubahan didalamnya, dimulai dari Perkembangan SDMnya yang kini semakin maju, Pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana perkampungannya dan saat ini yang sangat menarik minat dan sedang gencar-gencarnya dilakukan adalah
“ Karya-karya Pembangunan yang kini sedang dilakukan Oleh para Pemuda Watran bersama Pembina Pemuda ( Abang. Basri Naraha ) & Penasehat Pemuda ( Bpk. JB Narahawarin ) ”, diantaranya :


1) Pembangunan “ Gapura Selamat Datang di Watran “


2) Pembangunan “ Makam Para Leluhur El'Vatyar “




3) Pembangunan “ TUGU WOMA  EL'VATYAR “



4) Pembangunan “ Pagar dan Gapura Pemuda “









5) Serta aktifitas-aktifitas dan Kegiatan lainnya yang menyemarakan dan memperkenalkan karya positif dan kreatifitas yang ada di Watran

FORUM PEMUDA WATRAN ( FPW ) Menata kembali, memperbaiki & Membangun
“ OHOI VATRAAN ( WATRAN )



KESENIANNYA ( Seni Tari )




AKTIVITAS OLAHRAGA




Kegiatan KERJA BAKTI Bersama dalam ragam kebersamaan & hidup Kekeluargaan






Ragam Kegiatan Penting

- Hal yang sangat Membanggakan, dalam Kegiatan Penyambutan Kedatangan Ibu Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dalam rangka peletakan Batu Pertama “ Pembangunan Gedung PAUD MAWAR WATMAS WATRAN.



- Rapat bersama Kepala Pemerintahan, Forum Pemuda dengan seluruh Masyarakat Watran, dalam rangka membahas tentang Perkembangan dan kemajuan Watran kedepannya.




8. WATRAN DENGAN PESONA ALAMNYA

Berbicara mengenai pesona alamnya, Ohoi Vatraan ( WATRAN ) pun memiliki sejuta kekayaan alam yang dapat mempesonakan mata dan menarik minat dari para wisatawan lokal maupun mancanegara. Hanya saja, mungkin karna kurangnya promosi pengenalan profil atau diakibatkan karna adanya jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga menyebabkan Keindahan dan pesona alam tersebut belum banyak dikenal oleh masyarakat. Untuk itu, berikut Kami akan memperkenalkan beberapa Lokasi wisata yang keindahaannya layak untuk diperhitungkan dalam wilayah Ohoi Vatraan ( Watran ) :


1. Pantai LUV :
Berjarak 5 km dari Perkampungan, dan lokasi ini menawarkan panorama pantai yang masih asri dan alami dengan bebatuan karang yang menyerupai turunan bukit dalam laut ( dari rendah hingga dalam ) dan ada pula daya tarik lainnya, mulai dari jenis ikannya yang beragam dan binatang lautnya, alga, lat dan terumbu karangnya serta pesona lainnya.





2. Pantai Ohoi Vatyar :
Berjarak 1,5 km dari Perkampungan. Lokasi ini juga menawarkan panorama pantai yang mempesona dan memanjakan mata, dengan hiasan susunan batu-batu karang di tepian pantainya. 
( tempat ini merupakan lokasi perkampungan lama dari penduduk Watran saat ini )


3. Pantai Kabeeu :
Berjarak ± 11 km dari Perkampungan, Lokasi ini memperlihatkan pesona pantai yang ditepian pantainya dihiasi dengan tampilan susunan tebing-tebing bebatuan karang. Lokasi ini juga dalam jadwal setahun sekali didatangi oleh anak-anak kampung Watran sebagai tempat untuk mencari dan berburu kus-kus
( Tikus pohon ), Burung Pombo, Biawak dan Maleo yang banyak di jumpai di sana.



4. Pantai Waat :
Berjarak 5 km dari perkampungan dan dilanjutkan dengan perjalanan laut, berjarak 4 km dari Luv. Lokasi ini juga menawarkan pesona keasrian alam yang jauh lebih baik dari pantai Luv, karna keasriannya masih sangat terjaga. Karena masih jarang dikunjungi oleh masyarakat & wisatawan.


5. Hutan Amnya :
Berjarak 1 km dari Perkampungan, tidak banyak yang bisa ditawarkan pada lokasi ini, namun lokasi ini merupakan tempat bersejarah tersendiri yang dikenang dan dijaga keasriannya oleh Penduduk Watran hingga saat ini. Pada lokasi ini, kita bisa jumpai berbagai satwa liar yang banyak dan sering kita jumpai ketika tiba disana, mulai dari Beragam jenis unggas yang bebas berkicau, biawak, Ular hingga babi hutan. Ada pula sebuah telaga kecil yang terletak tepat ditengah-tengah lokasi hutan dan ditambah dengan hiasan hutan bambu dan rebung yang banyak menarik minat penduduk ketika tiba disana.




6. Hutan LUV :
Berjarak 5 km dari perkampungan, dalam lokasi ini, kita bisa temui suasana alam dan panorama hutan yang masih terjaga keasriannya yang dihiasi dengan berbagai tanaman hutan yang mempesona ( Anggrek sebagai salah satunya ) binatang hutan
( Kus-kus, Unggas, Babi Hutan, biawak dll ) dan keasrian lainnya.



7. Meti Key di Watran :
Lokasi ini berada disepanjang pantai Watran, terhitung mulai dari depan perkampungan, hingga ke lokasi pantai kabeeu, Yang terlihat mengering disepanjang mata memandang. Banyak Kekayaan Laut yang dapat ditawarkan di situ, terutama hasil ikan & beberapa Jenis Siput ( Bia ) yang menjadi penarik minat Kita' saat berada di sana.







 

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal menarik yang belum sempat Kami bagikan pada Teman-teman dan para pembaca sekalian, misalnya Lokasi “ Pantai Vatsit “ dan keaneka ragaman kegiatan lainnya pula yang belum sempat kami kaji, datangi dan pelajari untuk dapat dibagikan bagi teman-teman dan pembaca sekalian.


9. PENUTUP
“ OHOI VATRAAN, WOMA EL` VATYAR “, kini telah tumbuh dalam sebuah bentuk Perkampungan yang lebih mandiri, maju dan telah berkembang seturut dengan perkembangan zaman yang ada, mulai dari taraf pendidikan Masyarakatnya, SDMnya, Jumlah Penduduk yang semakin meningkat per tahunnya, tingkat ekonomi masyarakatnya, perkembangan perkampungannya, hingga ke seluruh lini yang dianggap perlu untuk dikembangkan.
Kami berharap agar kiranya, penulisan ini dapat bermanfaat bagi Kita semua, Kami meminta maaf dan mohon dimaklumi bila didalam penyusunan penulisan ini` ada kata, atau ucapan yang menyinggung di hati para pembaca sekalian, karna kami sadar` sebagai manusia biasa, Kami pun tidak akan luput dari sebuah kesalahan. Assalamualaikum wr, wb dan Salam Sejahtera bagi Kita Sekalian.... SAYONARA




Hormat Kami :


                                     PENULIS :

         “ WELDERIKUS. NARAHAWARIN / JACK “
       ( KETUA FORUM PEMUDA WATRAN / FPW )

   PENJAGA & SUMBER SEJARAH WATRAN :
                “ Abang. BASRI NARAHA “
    ( PEMBINA FORUM PEMUDA WATRAN )


                       NARASUMBER :

              “ Bpk. JB. Narahawarin “
               ( PENASEHAT PEMUDA )

             “ Bpk. Hendrikus Badmas “
                    ( SENIRI YAMTEL )

                 SUMBER TAMBAHAN :

              “ Bpk. Yestinus Badmas “
       " Bpk. Fransiskus Narahawarin "
                   “ Bpk. Jamal Toker “
                 " Bpk. Arnold Badmas "

     THE LEGEND & SEJARAWAN WATRAN

      “ TARAN SOA PIUS AVLAD NARAHA “
                     ( TARAN SOA KE-3 )

                                     &

             “ TARAN KAROL NARAHA “
  ( PENULIS LITERATUR SEJARAH WATRAN )