Sabtu, 10 Oktober 2020

Pastor Fransiskus dengan Grijs, MSC

PERISTIWA KEMARTIRAN PASTOR FRANSISCUS de GRIJS, MSC DI TANAH KEY 

A. KEDATANGAN BELIAU DI TANAH KEY


Pastor Fransiscus de Grijs, MSC tiba di Langgur pada tahun 1936 dan kemudian Beliau di tugaskan oleh Yang Mulia MGR. JOHANNES AERTS, MSC untuk mengambil ahli pimpinan Sekolah HIS di Tual, menggantikan rekannya Pastor J.B.H. Bush, MSC.
Selain itu, Beliau juga menjalani tugas Pastoralnya dalam melayani umat-umatnya di Pulau Dullah.
Perlu diketahui bahwa sekolah HIS dibangun atas permintaan dan dukungan dari RAT UVLE ( Raja Tual ) yakni Bapak ARSAD TAMHERWARIN yang menghendaki agar putra-putri dan Masyarakat di Pulau Dullah pada umumnya dapat mengenyam pendidikan.
Tanggal 31 Desember 1936 Pastor Mathias Neyens, MSC mengakhiri tugas pelayanan pastoral di Ohoi Watran, dan kemudian di gantikan oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC pada tanggal 01 Januari 1937.
Pastor Fransiscus de Grijs, MSC disamping melaksanakan pelayanan pastoralnya, Beliau juga melaksanakan pelayanan kemanusiaan dan berbagai pelatihan keterampilan bagi Umat di Ohoi Watran, diantaranya :
1. Pelayanan Kesehatan bagi Umat
Menjadikan rumah pastoral sebagai tempat / balai pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi Umat Ohoi Watran dan lairkamor, dengan mengangkat beberapa karyawannya, mereka adalah :
• Bpk.Celsius Narahawarin ( Tenaga Inti )
• Bpk. Fenansus Narahawarin  ( Tenaga I Koster untuk Gereja dan di Kapel Sekolah HIS di Tual )
• Bpk. Longginus Narahayaan  ( Tenaga Inti merangkap Koki )
• Bpk. Belan Soat Atbar ( Tenaga Inti merangkap Koki )
• Bpk. Gergorius Naraha ( Tenaga Inti merangkap Marinyo  )
2. Membuka kelompok Tari dan Lagu dengan nama “ VAT VAT DIT KORAN OHOITIB “ yang diketuai oleh Ibu. Olivia Naraha
3. Kursus Keterampilan Mengukir
Pastor Fransiscus de Grijs, MSC mendatangkan buku-buku dan peralatan mengukir dari Bali dan memberikan pelatihan seni ukir bagi beberapa muridnya yang bernama :
• Bpk. Justinus Mandor Naraha
• Bpk. Petrus Mahin Ohoilulin, dkk
Hasil nyata dari pelatihan seni ukir yang ditata oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kini terpajang manis di depan Pelataran Altar Gereja St.Joseph Stasi Watran, yang di ukir Oleh “ Bapak. Petrus Mahin Ohoilulin “



Dan kemudian, jiwa Seni ini masih terus berlanjut ke generasinya hingga kini, yakni “ Bapak.Gaulus Naraha dan Anak, cucu laki-lakinya “ melalui sebuah karya Ukiran pada sebuah Kursi Uskup yang saat ini berada di dalam Gereja St.Joseph Watran


4. Membuka dan mendanai Kelompok Pemintalan benang tenun dari kapas sekaligus belajar membuat tenunan kain dll, dipimpin oleh Istri dari Bapak. Philipus Toker, yakni “ Ibu. Maria Abukman Berlaka “.
5. Meletakan dasar “ Batu Penjuru “ berdirinya sebuah “ Salib “ sebagai lambang berdiri dan berkembangnya Agama Katholik di Ohoi Watran dan lairkamor.

Kedekatan Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Umat di Ohoi Vatraan pada saat itu membuat Umat menyapa Beliau dengan sebutan “ Tuan de Grijs “, sebuah nama yang hingga kini masih terngiang di telinga dan terekam hangat di lubuk hati Umat Katholik Ohoi Vatraan hingga saat ini.

2.  Saat-saat terakhir Menjelang Penembakan Pastor Fransiscus de Grijs,MSC
Pastor Fransiscus de Grijs,MSC melaksanakan Pelayanan Pastoral di Ohoi Vatraan ( WATRAN ) selama 05 tahun 07 bulan ( 01 Januari 1937 s.d 30 Juli 1942 ) Peristiwa penembakan yang mulia MGR. Johannes Aerts, MSC dan Kawan-kawan Oleh tentara Dai Nipon di Langgur pada tanggal 30 Juli 1942 ( Sebelum Kemerdekaan ) disampaikan  kepada Bapak Soa Ohoi Vatraan pada saat itu, yakni “ Bapak. Soa Pius Avlad Naraha “ oleh Bapak Guru Kepala Sekolah Desa Watran ( Guru Agama ) yakni “ Bapak. Sebastianus Fifid yang kebetulan pada saat itu ( Tanggal 30 Juli 1942 ) sempat berada di Langgur untuk mengurusi keperluan Sekolah bersama dengan Yan Teen Agam – Dunyai Watran, Lairkamor. Oleh karena itu, Bapak Soa Pius Avlad Naraha langsung mengadakan pertemuan kilat untuk mengambil keputusan tentang Faktor Keamanan Nyawa Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Amanat sebagai Berikut “ Pastor Fransiscus de Grijs,MSC yang masih berada di Mes HIS Tual, Harus segera diamankan ke Watran “.
Maka pada tanggal 01 Agustus 1942 dini hari, diutuslah Bapak Guru Sebastianus Fofid      ( Saksi Mata Peristiwa Penembakan ) bersama Bapak. Longginus Narahayaan dan Bapak Gergirius Naraha ke Tual untuk menyampaikan informasi penembakan Yang Mulia MGR.Johannes Aerts, MSC DKK kepada Pastor Fransiscus de Grijs,MSC dan sekaligus meminta agar Pastor segera bersama-sama ke Watran, dengan alasan Untuk :
1. Menyelesaikan Sakramen Mahakudus yang masih berada di Tabernakel Gereja.
2. Memberi Petunjuk tentang pengamanan harta Gereja berupa Calix, Cibori, Minstran, Kasula dll.
3. Usaha menyembunyikan Pastor dan mencari angkutan agar Pastor beserta beberapa TR yang sementara bersembunyi di Watran, dapat di evakuasi ke Australia.
Rencana tersebut ditolak oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dengan Alasan Beliau bahwa “ Nanti akan banyak Yan Teen Agam-Dunyai Watran yang akan ditembak karena tindakan itu “.
Tanggal 02 Agustus 1942 dini hari, Pastor Fransiscus de Grijs, MSC diantar Oleh Umat, yang para Pengantar yang membantunya antara lain :
1. Bpk. Gergorius Naraha
2. Bpk. Longginus Narahayaan
3. Bpk. Fenansius Narahawarin
4. Bpk. Petrus Mahin Ohoilulin
5. Bpk. Justinus Mandor Naraha
Kembali ke Tual untuk menyerahkan diri ke Dai Nipon guna persiapan Interner ke Ambon ( Sesuai Dengan Kesepakatan Nipon ). Tanggal 04 Agustus 1942, Pastor Fransiscus de Grijs, MSC di Tembak Mati. Pastor Fransiscus de Grijs, MSC akhirnya harus menerima dan menjalani eksekusi mati yang amat ngeri, rentetan dentuman peluru yang keluar dari ujung laras senjata Tentara Dai Nipon pada saat itu mengakhiri seluruh hidup dan pelayanan dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC bersama ke-8 ( delapan ) Orang Tentara Knil asal Jawa di Lokasi “ Wear Bom Tual “.
Darah Pastor Fransiscus de Grijs, MSC menetes membasahi bumi persada “ Ketsoblat El Masrum Lodar El Tual “. Menjadi Peristiwa Iman yang sangat memilukan secara khusus bagi Umat Gembalaannya di Watran yang ditinggalkan.

3. Tahun 1958, Pemindahan Kerangka ( Tulang ) Pastor Fransiscus de Grijs,MSC
Saat Mendengarkan Rencana Keuskupan Amboina untuk menggali dan memindahkan kerangka Pastor Fransiscus de Grijs, MSC untuk disatukan ke Lokasi Taman Ziarah MGR.Johannes Aerts,MSC DKK di Langgur, maka Yan Teen Agam – Dunyai Watran yang dipimpin Oleh “ Tuagam Lukas Naraha “ menghadap yang Mulia MGR.Jacobus Grent,MSC untuk meminta agar kerangka Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dapat ditaktahkan dan disemayamkan di Ohoi Vatraan saja, dengan alasan yakni :
Amanat terakhir yang dipesankan Oleh Pastor Fransiscus de Grijs, MSC beberapa saat sebelum diantar ke Tual pada tanggal 02 Agustus 1942 pada Umat di Watran Bahwa ;
“ JIKA NANTI SAYA MATI DIBUNUH DAI NIPON DI TUAL, HARAP JENAZAH SAYA DAPAT DIKUBURKAN DI WATRAN “.
Hal ini membuktikan bahwa, betapa besarnya cinta dan kasih dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kepada Umat Gembalaannya di Watran, sehingga baik dalam keadaan hidup maupin matinya, Beliau senantiasa bisa selalu bersama dengan Umat-umatnya di Ohoi Vatraan.
4. Bulan Juli Tahun 1958, Persetujuan MGR Jacobus Grent, MSC
Tepat pada tanggal 18 Juli 1958, dilangsungkannyalah prosesi penggalian kembali dan proses pengangkatan kerangka ( Tulang ) dari Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC guna dipindahkan ke Watran dengan pengawalan 3 ( tiga ) Anggota Keamanan antara lain 1. F.Jesayas
2. Bin Djava
3. Salim Renwarin
Dan melalui hasil pemeriksaan Kesehatan ( Atopsi ) dari “ dokter Suriname dan Mantri Sihasale “, dokter memutuskan bahwa kerangka yang paling atas, sesuai dengan keterangan saksi mata pada saat itu, yakni Bpk Baco Tamnge dan Bapak Gergorius Naraha adalah benar-benar merupakan kerangka dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC.
Prosesi doa mengantar kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC tiba di Ohoi Vatraan dan ditaktahkan selama 3 ( Tiga ) hari di Gereja St.Joseph Watran. \
Tanggal 22 Juli 1958, Pemakaman kerangka almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC dilakukan dengan perayaan Misa Requiem yang dipimpin oleh yang Mulia MGR.Jacobus Grent,MSC dan diamankan di lokasi pekuburan umum Ohoi Vatraan pada saat itu                       ( Bahagian tengah dari makam Umat-umatnya )
5. Tahun 1959, Penggalian kembali dan Pentaktahan
Niat Umat Katholik Watran dan Lairkamor untuk membangun sebuah tempat khusus agar kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC ditaktahkan dapat terwujut dengan bantuan dari Misi, sehingga dibangunlah sebuah rumah pekuburan yang masih ada hingga saat ini







Selanjutnya dalam acara yang dihadiri oleh pihak kepolisian dan Saudara kandung dari Pastor Fransiscus de Grijs, MSC yang bernama “ DR.HEYSE “ yang datang langsung dari Belanda, Kerangka Almarhum Pastor Fransiscus de Grijs, MSC kemudian digali dan diisi kembali dalam sebuah keranda ( Peti ) Aluminium dan ditaktahkan pada rumah pekuburan Umum Watran hingga saat ini.
“ Selamat Jalan TUAN DE GRIJS “
Semoga Arwahmu beristirahat kekal bersama Bapa di Surga dan menjadi Pengantara bagi Doa-doa Kami, Umat Mu di Tanah Watran. AMIN dan Semoga Demikian.


Hormat Kami, Umat Stasi St.Josep Watran.
PENYUSUN : 

WELDERIKUS NARAHAWARIN 


SUMBER SEJARAH : 

BAPAK. KAROL NARAHA


DIIJINKAN OLEH : BAPAK.JB.NARAHAWARIN ( KETUA DPS WATRAN tahun 2003 - 2019 )